Agar Pemasangan Batu Alam tidak mudah lepas…

Kerinduan pada alam membuat sebagian orang tertarik untuk membuat nuansa alam pada bangunan – bangunan masa kini. Nuansa alam itu dapat diciptakan diantaranya dengan menempelkan batu alam pada dinding bangunan atau pagar. Masalahnya pemasangan batu alam berbeda dengan pemasangan batu bata, mengingat batu alam di sini di temple bukan ditumpuk seperti pemasangan batu bata. Gaya gravitasi dan beratnya batu alam tertentu menjadi tantangan dalam pemasangan batu alam pada bidang tegak.

Tantangan dalam pemasangan batu alam di dinding adalah membuat adonan semen pasir  yang  dapat menahan rekatnya batu pada dinding sedangkan pori-pori batu yang kecil dan beban berat dari batu itu sendiri. Yang kedua, untuk pemasangan di luar ruangan factor cuaca seperti sinar matahari dan hujan dapat memicu pengapuran yang dapat mengurangi kekuatan kerekatan.

Untuk menghindari hal tersebut setidaknya ada dua tips yang dapat mengatasinya, yaitu:

  1. Menambahkan C’ketz ADDITIF CEMENT pada adonan pasir-semen-air.

Dengan menambahkan C’ketz ADDITIF CEMENT adonan pasir semen akan lebih kuat merekat pada pori-pori batu alam sehingga kerekatan antara batu dan dinding lebih lama. 1 Liter C’ketz ADDITIF CEMENT dapat digunakan untuk 100 Kg semen.

  1. Menggunakan C’ketz STONE ADHESIVE

Cketz Stone Adhesive adalah perekat batu alam 2 komponen yang extra kuat diformulasikan untuk pemasangan batu yang ekstrim, batu tidak berpori dan berat.   C’ketz STONE ADHESIVE juga tahan cuaca karena tidak akan mengalami pengapuran. Cara penggunaannya sebagai berikut:

  1. Bersihkan permukaan batu alam dari lumut, jamur, debu, minyak dan kotoran lainnya
  2. Aduk C’ketz STONE ADHESIVE komponen A dan B dengan perbandingan 1 : 1.
  3. Segera oleskan pada permukaan batu pada titik-titik yang dikehendaki. Agar lebih hemat, pengolesan tidak perlu merata pada semua permukaan batu. Cukup beberapa titik saja sudah kuat.
  4. Perekatan memerlukan waktu 2-3 jam.
  5. Sebelum mengeras, posisi batu dijaga agar tidak berubah.

Selamat Mencoba!!stone-wall

Iklan

Agar kulit lambung kapal tahan terhadap erupsi air laut dan tahan biota laut/fouling…

???????????????????????????????

lambung kapal tanpa fouling

Kayu terdiri dari komponen hidup oleh karena itu sangat beresiko rusak oleh biota. Air laut merupakan air garam sumber dari biota-biota hidup. Perlu penanganan khusus agar kayu yang digunakan di sekitar air laut dan lingkungannya tahan lama dengan cara menghindarkan air laut berkontak langsung dengan permukaan kayu.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara :

  1. Pertama kali kayu dibersihkan dari oli atau jenis minyak lain
  2. Kemudian lapisi dengan C’ketz EPOFILL Solid Primer untuk menutup lubang-lubang pada kayu
  3. Setelah kira-kira 1 jam dapat dilanjutkan mengaplikasikan C’ketz Liquid Primer untuk menutup pori-pori di Solid Primer tadi dan menambah kesan lebih halus.
  4. Sekarang kayu sudah terlindungi dan untuk hasil masimal dapat diteruskan:

Untuk kayu yang digunakan lambung kapal dan dermaga yang terendam air

  • Lapisi dengan C’ketz Antifouling yang akan menghindarkan tumbuhnya lumut dan menempelnya biota laut.

Untuk kayu yang tidak terendam air terkena sinar matahari

  • Lapisi dengan PU-Coat yang akan berkesan berestetika tinggi dan mewah serta perlindungan terhadap sinar UV

Untuk kayu deck / lantai kapal

  • Lapisi dengan C’ketz Floordeck yang akan memberikan perlindungan pada lantai dan pijakan yang ada di atasnya.

Untuk kayu dinding yang terhindar dari sinar matahari

  • Lapisi dengan C’ketz Epocoat yang akan membuat dinding enak dipandang.